Saturday, April 20, 2013

SOCIOPRENEUR

Bismillahirrahmanirrahim..

Lama udah gak nulis lagi, :)
Kali ini aku ingin share tentang Sociopreneur. Ini kebetulan sesuai dengan profesi yang aku jalani sekarang dan insyaAllah seterusnya. Aamiin.

97d5b7263d5589a1ddf73202751ca7ba_editimg_5769
Sociopreneur (Usaha membuat boneka flanel)

Sociopreneur. Siapa yang masih asing dengan kata yang satu ini?. Menurutku, mungkin hampir semua orang tau apa itu Sociopreneur jika dilihat dari katanya yang terdiri dari Socio dan Preneur sudah terlihat bahwa yang dikatakan sebagai Sociopreneur yaitu pengusaha yang selalu melibatkan usahanya dengan sosial.

Namanya juga Sociopreneur, tentu tujuannya bukan hanya untuk mencari profit sebanyak- banyaknya dan digunakan untuk memuaskan nafsu diri sendiri, tetapi mau berbagi profit tersebut dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Nah, terus apa bedanya dengan CSR? In my opinion, perbedaan antara CSR dan Sociopreneur terletak dalam melibatkan sosialnya. Kalo CSR, biasanya kita mengenal dengan program charity. Program tersebut digunakan oleh perusahaan sebagai bentuk untuk memenuhi kewajibannya kepada lingkungan tempat perusahaan itu berada. Sedangkan Sociopreneur, selalu melibatkan sosial secara langsung untuk menjalankan bisnisnya. Misalnya, memberikan pekerjaan kepada ibu- ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tetap untuk melakukan salah satu proses operasional dari perusahaan ataupun yang lain.

Ketika aku mencari artikel mengenai Socipreneur, aku menemukan tips bagaimana cara untuk menjadi seorang Sociopreneur. Menurut Kartika Djoemadi ada beberapa hal yang harus dimiliki jika kita ingin menjadi seorang Sociopreneur. Pertama yaitu kita harus memiliki kebulatan hati untuk menjadi seorang pengusaha dengan dasar fundamental sosial. Kedua yaitu siap menjadi agen perubahan dengan mengemabangkan ide- ide yang bisa menyelesaikan masalah keterbatasan dalam komunitas. Dan yang terakhir yaitu mampu membuat komunitas sejahtera seperti kita dengan merealisasikan ide- ide yang dapat membangun usaha.

Nah, biasanya pertanyaan yang sering aku dengar jika lagi menjadi pembicara seminar tentang bisnis. “Aku mau usaha kak tapi gak ada modal apalagi kan sociopreneur juga profitnya bukan untuk diri sendiri. Itu gimana ya?”
Jangan khawatir dengan yang satu ini ya..Untuk menjadi seorang Sociopreneur hal tersebut bisa diatasi, kita dapat menggunakan modal Social Capital yang dimiliki setiap individu. Seperti berkomunikasi, menggunakan media sosial dan menulis.
Terus bagaimana jika ingin menjadi seorang Sociopreneur yang sukses? Ini tipsnya:
  1. Jangan takut rugi. Berpikir positif. Krn berbisnis di jalan Allah itu, InsyaAllah hasilnya juga akan baik.
  2. Jika ada kendala, jangan mudah putus asa. Jadikan itu sebagai pelajaran yang berharga untuk kemajuan bisnis kita.
  3. Jangan takut untuk membagikan ide dengan komunitas yang membutuhkan. Membantu sesama kan perbuatan yang dianjurkan Allah Swt. :)
  4. Rajin- rajin mengikuti lomba sociopreneur. Lumayan jika menjadi pemenang, hadiahnya bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis terus bisa dikenal sama orang banyak juga.
Itulah pendapatku mengenai sociopreneur. Semoga bermanfaat:)

Dika Restiyani
Muslimah Beauty 2011

No comments:

Post a Comment